Budug Asu Singosari: Tiket, Jalur Pendakian, dan Rute dari Wonosari

Budug Asu adalah bukit setinggi 1.422 mdpl di lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Kreweh, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Pendakiannya biasa dimulai dari Agrowisata Kebun Teh Wonosari di Lawang, butuh sekitar 2–3 jam berjalan kaki, dan tergolong ramah untuk pendaki pemula.

Pepohonan tinggi diselimuti kabut tebal di jalur pendakian Budug Asu, Singosari
Kabut menyelimuti hutan di jalur pendakian, Mei 2025.Foto: Annidafattiya, CC BY 4.0.

Ringkasan singkat

  • Lokasi: Kreweh, Gunungrejo, Singosari, di perbatasan Lawang dan Singosari.
  • Tiket: tiket kawasan Kebun Teh Wonosari Rp15.000–Rp25.000, ditambah tiket pendakian sekitar Rp10.000 per orang.
  • Durasi: 2–3 jam dari Wonosari ke puncak; jalur didominasi tanjakan ringan berbatu.
  • Waktu terbaik: pagi hari pada musim kemarau, sekitar April–September.
  • Dari Surabaya: travel Surabaya Malang door to door Rp150.000 per orang; untuk alamat di Lawang atau Singosari, tanyakan ke CS.
Daftar isi

Di mana lokasi Budug Asu?

Puncaknya berada di Kreweh, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Sebagian media menyebutnya masuk Kecamatan Lawang karena pintu masuk paling populer ada di Kebun Teh Wonosari, Lawang. Ketinggian 1.422 mdpl tertulis di papan penanda puncak, meski beberapa liputan menyebut angka sekitar 2.000 mdpl.

Nama bukit ini berasal dari bahasa Jawa: asu berarti anjing dan budug berarti kudis. Menurut cerita warga, dulu banyak anjing liar berkudis di bukit tersebut. Sebelum ramai sebagai tujuan pendakian, lereng ini dikenal sebagai lintasan motor trail dan jip offroad.

Ada tiga pintu masuk yang tercatat di Wikipedia bahasa Indonesia (diperbarui Januari 2026):

  1. Agro Wisata Wonosari di Jalan Joyo Marto, Lawang. Paling populer, semua kendaraan parkir di area Wonosari.
  2. Jalur BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) Singosari. Mobil parkir di kawasan BBIB, motor bisa lanjut sekitar 2 km.
  3. Stupa Sumberawan di Desa Toyomarto, Singosari. Lebih teduh dan lebih sepi.

Berapa harga tiket dan parkirnya?

Biaya ke puncak terdiri dari dua tiket: tiket kawasan Kebun Teh Wonosari di gerbang, lalu tiket pendakian sekitar Rp10.000 per orang di pos perizinan. Tiket pendakian Rp10.000 tercatat di detikJatim (Juni 2024) dan Ketik.com (November 2025).

BiayaTarifSumber
Tiket Kebun Teh WonosariRp20.000 hari biasa, Rp25.000 akhir pekanJatimTIMES, Juni 2026
Tiket pendakianRp10.000 per orangdetikJatim, Juni 2024; Ketik.com, November 2025
Parkir motorRp2.000–Rp5.000detikJatim, Juni 2024; cakrabirawatour.com, 2026
Parkir mobilRp5.000–Rp10.000detikJatim, Juni 2024; cakrabirawatour.com, 2026

Liputan IDN Times Jatim (Mei 2024) masih mencatat tiket Wonosari Rp15.000 dan Rp20.000, jadi tarifnya sudah naik. Wikipedia menyebut pendaki kini mendaftar lewat aplikasi atau situs tiket pendakian dan menerima kode QR di pos. Siapkan uang tunai karena tarif bisa berubah sewaktu-waktu.

Jalur pendakian Budug Asu dan durasinya

Dari Kebun Teh Wonosari, pendakian ke puncak makan waktu sekitar 2–3 jam, tergantung kebugaran Anda. Angka ini sama di IDN Times Jatim (Mei 2024) dan detikJatim (Oktober 2025). Jalurnya didominasi tanjakan ringan dan jalan berbatu, melewati kebun teh, kebun kopi, lalu hutan pinus.

Dari gerbang Wonosari, Anda berjalan sekitar 1,3 km sampai pertigaan dengan jalur BBIB, lalu mengikuti jalur resmi menembus hutan pinus. Jalur itu menyeberangi Sungai Curah Sriti sebelum tiba di pos perizinan. Pos ini sekaligus tempat istirahat terakhir sebelum puncak.

Papan peta jalur pendakian Budug Asu dari pos loket, pos perizinan, hingga puncak
Peta jalur resmi di pos pendakian: Tanjakan Demit 800 m atau jalur memutar 2 km.Foto: Annidafattiya, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons.

Tanjakan Demit atau jalur landai?

Dari pos perizinan, ada dua pilihan menuju puncak:

  • Tanjakan Demit: sekitar 800 meter, langsung ke puncak. Lebih cepat tetapi curam, dan pengelola memasang tali untuk pegangan.
  • Jalur memutar: sekitar 2 km lewat Pos Alas Cilik dan Tanjakan Pitak. Lebih panjang, tetapi lebih landai.

Bila baru pertama kali mendaki, jalur landai lebih aman untuk lutut, terutama saat turun. Bila Anda sedang berlatih untuk gunung yang lebih tinggi seperti Arjuno, Tanjakan Demit bisa jadi latihan fisik singkat.

Kapan waktu terbaik mendaki?

Waktu terbaik adalah pagi hari pada musim kemarau, sekitar April sampai September. Pada bulan-bulan itu langit lebih cerah, jalur lebih kering, dan Gunung Arjuno serta Welirang terlihat jelas dari puncak. Saat cuaca bagus, Semeru dan Penanggungan juga tampak dari kejauhan.

Kabut adalah ciri khas bukit ini. Hutan di jalur pendakian sering tertutup kabut tebal sejak pagi, bahkan di bulan Mei, sehingga pemandangan bisa hilang dalam hitungan menit. Mulailah mendaki sepagi mungkin dan beri waktu cadangan bila ingin menunggu kabut tersingkap.

Untuk menikmati sunrise, Anda harus tiba di puncak sebelum matahari terbit. Artinya, mendaki dalam gelap atau berkemah semalam di atas. Pilihan berkemah di bukit ini dan tempat lain dibahas di tempat camping di Malang.

Kaitan dengan Kebun Teh Wonosari

Kebun Teh Wonosari adalah perkebunan teh yang dibuka sejak 1910 di lereng Arjuno, kini dikelola PTPN XII, pada ketinggian sekitar 950–1.200 mdpl. Hamparan tehnya menjadi bagian awal pendakian sekaligus tempat beristirahat sesudah turun.

Hamparan Kebun Teh Wonosari Lawang dengan Gunung Arjuno di bawah langit biru
Kebun Teh Wonosari dengan latar Gunung Arjuno, April 2024.Foto: Na'il Hillan, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

Menurut JatimTIMES (Juni 2026), kawasan ini punya spot foto 360 derajat, tur kebun dan pabrik teh, sewa ATV, serta jip ke Bukit Kuneer. Ada juga Rollaas Hotel dan cottage bila Anda ingin menginap dekat titik awal pendakian.

Fasilitas dan perlengkapan yang perlu dibawa

Fasilitas terpusat di pos perizinan. Peta resmi di jalur mencantumkan pos loket, Cafe Demit, musala, dan kamar mandi di pos ini, serta kamar kecil dan tandon air di dekat puncak. Warung di sekitar basecamp menjual mi instan, kopi, dan minuman hangat.

Perlengkapan yang sebaiknya dibawa:

  • Sepatu bersol bergerigi untuk jalan berbatu dan tanah licin.
  • Jaket hangat, karena pagi dan malam di puncak terasa dingin.
  • Air minum minimal 1,5 liter per orang dan camilan.
  • Senter kepala bila berangkat sebelum subuh atau turun sore.
  • Jas hujan dan kantong plastik untuk sampah.

Tips keselamatan

Meski ramah pemula, bukit ini tetap jalur gunung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Daftar di pos perizinan saat naik dan lapor saat turun.
  • Jangan memaksakan Tanjakan Demit bila lutut Anda kurang kuat atau jalur basah sehabis hujan.
  • Tunda pendakian saat hujan deras dan kabut sangat pekat, karena jarak pandang turun drastis.
  • Jangan berpisah dari rombongan di hutan pinus; peta resmi menandai beberapa percabangan yang ditutup.
  • Bawa turun semua sampah Anda.

Cara ke Kebun Teh Wonosari dari Surabaya

Lawang dan Singosari berada tepat di jalur Surabaya–Malang. Dengan mobil pribadi, Anda bisa keluar di Gerbang Tol Lawang atau Singosari, lalu belok ke arah papan Kebun Teh Wonosari selepas Pasar Lawang. Daftar titik istirahat di sepanjang tol ada di rest area Malang Surabaya.

Travel reguler Makuta mengantar door to door dari Surabaya ke Kota Malang dengan tarif Rp150.000 per orang, berangkat 7 kali sehari pukul 09.00–21.00. Untuk penjemputan atau pengantaran di Lawang dan Singosari, tanyakan langsung ke CS lewat WhatsApp sebelum memesan.

Pola perjalananCaraCocok untuk
Menginap di MalangTravel Surabaya–Malang Rp150.000, pulang besok dengan travel Malang Surabaya (keberangkatan terakhir 15.00)Pendaki yang ingin berangkat subuh
Langsung ke WonosariCarter drop sekali jalan: New Avanza Rp570.000, Innova Reborn Rp850.000 per mobilRombongan kecil
Rombongan besarCarter Hiace Commuter Rp1.600.000 atau Hiace Premio Rp1.800.000, sekali jalanKomunitas atau kantor

Sunrise di puncak menuntut Anda berada di Lawang sejak malam, jadi pola menginap paling realistis. Contoh susunan dua hari tanpa cuti ada di rencana healing ke Malang akhir pekan.

Kesimpulan

Budug Asu cocok untuk pendakian pertama: puncaknya 1.422 mdpl, jalurnya 2–3 jam dari Kebun Teh Wonosari, dan biayanya hanya tiket kawasan Rp20.000–Rp25.000 ditambah tiket pendakian sekitar Rp10.000. Pilih jalur landai bila belum terbiasa, datang pagi di musim kemarau, dan siapkan jaket karena kabut sering turun. Dari Surabaya, menginap semalam di Malang atau Lawang memberi waktu cukup untuk mengejar matahari terbit.

Kirim alamat penjemputan di Surabaya dan tanggal keberangkatan ke CS Makuta Travel lewat WhatsApp untuk menanyakan perjalanan ke Lawang.

Ke Lawang tanpa pegang setir

Kirim alamat penjemputan di Surabaya, tanggal, dan jumlah penumpang. CS kami melayani 24 jam lewat WhatsApp dan akan menjelaskan pilihan perjalanan ke Lawang atau Singosari.

Pesan via WhatsApp

Dipublikasikan 18 Oktober 2026. Terakhir diperbarui 18 Oktober 2026.